Renungan Minggu, 22 Januari 2017 Orang hanya bisa membagikan sesuatu jika dia memiliki. Jika dia tidak memiliki tentu saja tidak dapat membagikan pada orang lain. Demikian juga orang percaya yang hendak memberitakan Injil. Memberitakan Injil berarti membagikan keselamatan dari Allah, dengan demikian si pemberita Injil seharusnya sudah mengalami karya keselamatan Allah dalam hidupnya. Karya keselamatan […]
Berkarya Kebaikan Bagi Masa Depan
Renungan Minggu, 1 Januari 2017 – Tahun Baru Tahun baru dirayakan oleh gereja sebagai suatu ajakan untuk melihat makna hidup ke masa depan. Hidup beriman dihayati dalam perspektif eskatologis. Melihat karya dan janji Allah yang luar biasa di masa depan. Di sanalah kesempatan bagi manusia tersedia. Merayakan tahun baru berarti merayakan hidup sebagai kesempatan. Akan […]
Tuhan Selalu Beserta
Renungan Minggu, 18 Desember 2016 – Adven IV Dalam pergumulan hidup, seseorang seringkali mempertanyakan keberadaan Tuhan. Sungguhkah Tuhan beserta? Mengapa penderitaan ini ada bila Tuhan sungguh beserta? Bila Tuhan hadir, apa yang menjadi kehendak-Nya dengan tantangan hidup ini? Bila Tuhan hadir, mengapa Ia membiarkan segala kesulitan ini terjadi? Pertanyaan ini bisa berujung pada dua hal, […]
Berjaga-Jagalah!
Renungan Minggu, 27 November 2016 – Adven I Minggu Adven I adalah awal Tahun Liturgi. Makna sebagai awal Tahun Liturgi adalah umat diajak menghayati kehidupan dan karya Kristus sebagai landasan iman dan sikap etis untuk menghadapi realitas kehidupan saat ini dan ke depan. Umat diajak untuk menghayati kehidupan di masa kini dengan segala pergumulannya dalam […]
Jaminan Keselamatan dalam Penebus yang Hidup
Renungan Minggu, 6 November 2016 Pernyataan iman “Penebus yang hidup” memiliki berbagai makna. Makna tersebut tergantung siapa yang mengucapkan. Bagi Ayub, pernyataan “Penebus yang hidup” merupakan suatu lompatan iman, sebab di saat ketepurukannya ia semula menemukan Allah sebagai lawan yang menghancurkan kehidupannya. Namun akhirnya Ayub dapat mengimani Allah sebagai Penebusnya yang hidup. Bagi Rasul Paulus, […]
Pertobatan untuk Keadilan
Renungan Minggu, 29 Oktober 2016 Pertobatan tidak hanya terjadi dalam hati atau secara rohani, namun mesti terwujud secara nyata dalam seluruh hidup: perkataan, perbuatan, sikap dan relasi dengan sesama. Secara khusus perikop-perikop hari ini menggambarkan terjadinya ketidakadilan sosial dalam masyarakat, baik pada zaman Yesaya maupun zaman Yesus. Dalam situasi seperti ini pertobatan yang nyata berarti […]
- « Halaman Sebelumnya
- 1
- …
- 5
- 6
- 7
- 8
- 9
- …
- 54
- Halaman Berikutnya »